Losses due to Jakarta Congestion Reach Rp 87,8 Trillion by 2020

JAKARTA – Intelligent Transport System (ITS) Indonesia estimates, if not resolved then the economic losses due to congestion in Jakarta will reach USD6, 5 billion or equivalent Rp87, 8 trillion in 2020 (exchange rate USD 1 = Rp13.508). The value increased 6,5 times compared to the loss of the impact of traffic jams in the capital in 2010 and worth USD1 billion (Rp13,5 trillion).

Noni Purnomo, the President of ITS Indonesia revealed, the average speed of vehicles in Jakarta when busy is now only 10 km per hour. The rate has declined every year since 10 years ago. “The city of Jakarta is predicted to experience total congestion by 2022 if there are no comprehensive steps in managing urban transportation ecosystems,” said Noni, as reported from Sindonews.com (27/11/2017).

Noni acknowledged that the Government has been done various efforts to handle transportation problems and the business actors. But in her view, the solutions presented are still ad hoc and sporadic, so they still can not answer the overall challenge.

In October, Bappenas also revealed losses due to congestion of Rp67 trillion per year. Jakarta Provincial Government identifies bottlenecks triggered by a number of issues such as infrastructure development and the increasing number of private vehicles that are not proportional to the number of roads, as well as there is no integration between intermodal mass transportation with the supporting facilities.

Vice Chairman of the Indonesian Truck Entrepreneurs Association of Distribution and Logistics Kyat Maja Lookman said the congestion that occurred indeed contributed greatly to the operational. The problem resulted in lower vehicle utilization or only an average of 50,000 kilometres per year.

“Therefore, the solution must exist, indeed we recognize that infrastructure is one of them, more specifically the addition of toll roads in Indonesia,” he said.

He added, in addition to toll roads, toll automation system through the implementation of electronic cards also suppresses the number of congestion. However, the pressure is still only in the segments that are not crowded.

sumber: http://infrastructureasiaonline.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Kerugian Akibat Macet Jakarta pada 2020 Diprediksi Mencapai Rp 87,7 Triliun

JAKARTA – Dua jam sudah Kusnadi mengendarai Mitsubishi Colt pickupnya, terjebak di kecepatan rata-rata 5 km per jam bersama ratusan mobil lain yang berdesakan di Jalan Tol Lingkar Dalam. Pagi itu, pukul 09.00 WIB, seharusnya ia sudah berada di gudang bir milik Bintang Graha Makmur di bilangan Pluit, Jakarta Utara.

Kusnadi menuturkan, macet kala itu bukan yang terparah yang ia alami selama bekerja sebagai teknisi di perusahaan penyedia suku cadang dan jasa servis forklift elektrik, Ganesa Putra Metro. Namun, keterlambatannya hari itu cukup merepotkan, lantaran dirinya terpaksa bekerja lebih larut menyelesaikan perawatan berkala unit forklift milik Bintang Graha Makmur.

“Sebetulnya bukan yang paling parah (macet). Tapi, hari itu sih yang paling bikin repot. Karena jadwal servis hari itu jadwalnya perawatan berkala. Dan itu lama. Terpaksa pulang malam akhirnya,” tutur Kusnadi kala menceritakan pengalamannya berkutat dengan kemacetan ibu kota.

Mengamini pernyataan Kusnadi, Pedro Apituley, Direktur Utama Ganesa Putra Metro mengatakan, kemacetan di Jakarta memberi dampak yang amat buruk bagi laju bisnis yang ia jalankan.

“Kemacetan di Jakarta memberikan dampak yang sangat negatif dalam bisnis yang saya jalankan saat ini. Terlebih saat saya harus mendistribusikan barang yang sudah dipesan oleh customer,” ungkap Pedro kepada Okezone, Kamis (23/11/2017).

Pedro memaparkan, dalam bisnisnya, akurasi terhadap waktu merupakan hal yang sangat penting, baik dalam distribusi maupun operasionalisasi servis. Sebab, proses operasional yang dijalani perusahaannya akan berdampak pada laju kegiatan produksi dari perusahaan yang menjadi kliennya. Baginya jelas. Waktu yang terbuang di jalanan adalah rupiah yang tersia-siakan.

“Dengan keadaan jalan Jakarta yang sangat macet, kami hanya bisa mengantar barang hanya untuk dua sampai tiga customer dalam satu hari. Sementara setiap barang yang dipesan oleh customer itu bersifat urgent dalam proses berjalannya kegiatan produksi mereka,” paparnya.

“Dengan terlambatnya pendistribusian suku cadang forklift elektrik yang saya suplai, maka otomatis proses produksi customer saya pun terhambat. Hal tersebut sangat memengaruhi penilaian kinerja perusahaan yang saya miliki kedepannya,” tambahnya.

Sebagai pengusaha, Pedro dipaksa memutar otak untuk menyiasati macetnya jalanan ibu kota. Untuk itu, dalam proses pendistribusian suku cadang, Pedro kerap menyiasati kemacetan dengan mengatur jadwal distribusinya.

“Mungkin diatur waktunya. Jadi misalnya, saya punya customer satu arah. Misalnya, hari ini ada customer yang di Jakarta Barat, maka saya atur pengiriman hari itu untuk satu perjalanan yang ke arah Jakarta Barat semua begitu,” tutur Pedro.

Prediksi Kerugian Ekonomi Akibat Macet Jakarta

Pada Oktober 2017, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Pembangunan Nasional (Bapennas) mencatat, total kerugian ekonomi akibat kemacetan Jakarta telah menyentuh angka Rp 67 triliun per tahun.

Intelligent Transport System (ITS) Indonesia memprediksi kerugian akibat kemacetan di Jakarta akan mencapai angka USD 6,5 miliar, setara dengan Rp 87,8 triliun pada tahun 2020 mendatang. Angka tersebut melonjak 6,5 kali lipat dibanding kerugian akibat macet ibu kota yang mencapai Rp 13,5 triliun pada tahun 2010.

Jika tak segera diatasi, mimpi buruk itu dikhawatirkan benar-benar terjadi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sendiri telah mengidentifikasi penyebab kemacetan. Di antaranya diakibatkan oleh pembangunan infrastruktur yang digarap dalam waktu yang berbarengan. Selain itu, pertambahan jumlah kendaraan yang tak diimbangi dengan kapasitas jalan raya menjadi penyebab lain disamping sistem transportasi yang tak kunjung solid.

Presiden ITS Indonesia, Noni Purnomo mengungkap, saat ini, kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta pada jam-jam sibuk berkisar di angka 10 km per jam. Dan sejak sepuluh tahun lalu, angka kecepatan itu terus menurun setiap tahunnya.

”Kota Jakarta diprediksi mengalami kemacetan total pada 2022 apabila tidak ada langkah-langkah komprehensif dalam menata ekosistem transportasi perkotaan,” kata Noni sebagaimana dilansir Koran Sindo.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Bidang Distribusi dan Logistik, Kyatmaja Lookman mengatakan, kemacetan yang terjadi selama ini sangat membebani biaya operasional. Masalah itu berakibat pada utilisasi kendaraan yang semakin rendah atau hanya berkisar di angka rata-rata 50.000 kilometer tiap tahunnya.

Untuk itu, Kyatmaja mendorong pembangunan infrastruktur pendukung proses distribusi, misalnya pembangunan tol. Selain itu, pengoptimalan sistem otomatisasi pintu tol juga harus segera dilakukan.

”Karena itu, solusi harus ada. Memang kita akui infrastruktur adalah salah satunya. Lebih khusus penambahan jalan-jalan tol di Indonesia,” ujarnya.

Sistem Transportasi Belum Mampu Menarik Minat Masyarakat untuk Bergeser

Buruknya sistem transportasi di Jakarta tentu tak dapat dilepaskan dari salah satu penyebab kemacetan. Sistem transportasi yang tersedia saat ini, disebut-sebut belum dapat menarik minat masyarakat untuk bergeser dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Iskandar Abubakar menuturkan, belum terintegrasinya moda transportasi, kondisi armada transportasi yang belum layak hingga harga tinggi yang harus dibayar oleh setiap penumpang untuk mengakses kendaraan umum adalah beberapa alasan yang cukup bagi masyarakat untuk memilih kendaraan pribadi mereka sebagai sarana transportasi.

Iskandar memaparkan, biaya rata-rata yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengakses transportasi umum dalam kegiatan harian mereka mencapai 20 hingga 30 persen dari jumlah penghasilan bulanan mereka. Angka tersebut, menurut Iskandar sangat membebani masyarakat. ”Maksimal 14 persen biaya yang dikeluarkan untuk angkutan umum,” tuturnya.

Komitmen dan Kerja Keras, Solusi Urai Kemacetan Jakarta

Terkait kemacetan jalan ibu kota, Pemprov DKI Jakarta mematok target, pada tahun 2019, kemacetan Jakarta akan terurai. Setidaknya, rata-rata kendaraan di jalanan ibu kota dapat melaju dengan kecepatan di atas 35 km per jam.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah. Ia mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan mengintegrasikan moda transportasi berbasis bus dan commuter. Terkait dengan tingginya biaya, dalam waktu dekat, Pemprov DKI akan mengurangi ongkos harian masyarakat hingga angka rata-rata 10 persen dari pendapatan bulanan masyarakat. Berbagai target tersebut akan dilakukan lewat pelaksanaan program OK Otrip.

”Dalam wak tu dekat ini, kami akan mengurangi biaya operasional transportasi yang katanya saat ini berkisar 30-40 persen menjadi 10 persen melalui program OK Otrip,” kata Andri.

Dengan asumsi tarif maksimal Rp 5.000 untuk sekali perjalanan, Pemprov DKI yakin, OK Otrip dapat menarik minat masyarakat untuk pindah menggunakan transportasi umum. Sebab, bukan hanya biaya transportasi harian yang lebih murah. Sesuai dengan konsepnya, nantinya OK Otrip akan membentuk sebuah sistem transportasi yang saling terintegrasi.

”Jadi sekali perjalanan itu maksimal Rp 5.000. Pulang pergi Rp 10.000. Kalau dikalikan 30 hari dalam satu bulan itu hanya Rp 300.000 atau 10 persen dari upah minimum provinsi. Lumayan kan, sisanya 20 sampai 30 persen buat pendidikan, tabungan dan sebagainya,” ungkap Andri.

Namun, tentu saja, masyarakat masih harus menunggu, lantaran sasaran penyelesaian seluruh proyek infrastruktur transportasi ibu kota seperti Mass Rapid Transit (MRT) maupun Light Rapid Transit (LRT) masih belum jelas.

Setelah sempat dinyatakan ditunda –dari target semula 2018– akibat permasalahan pembiayaan proyek, Pemprov DKI dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk para pengembang, menyatakan akan mengambil keputusan atas permasalahan pembiayaan ini pada bulan depan.

sumberhttp://megapolitan.okezone.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Menhub : Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Mempengaruhi Penyelenggaraan Transportasi

Jakarta – Perkembangan transportasi saat ini sangat dipengaruhi teknologi informasi dan telekomunikasi serta pemanfaatan teknologi informasi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penyelenggaraan transportasi. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara ITS Indonesia International Conference 2017, Selasa (21/11).

“Pemanfaatan teknologi informasi secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penyelenggaraan transportasi baik aspek lalu lintas, kendaraan dan angkutan umum. Beranekaragamnya penggunaan teknologi informasi yang ada di Indonesia dan tingginya pemanfaatan teknologi membutuhkan suatu kebijakan dan standarisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang transportasi,” ucap Menhub Budi.

Lebih lanjut Budi Karya menyampaikan bahwa “sistem transportasi harus ditata dalam satu kesatuan sistem yang pengembangannya dilakukan dengan sistem saling berintegrasi dan mendinamisasikan unsur-unsurnya yang terdiri atas sarana, prasarana dan manusianya serta aturan dan prosedur yang sedemikian rupa sehingga terwujud suatu totalitas yang utuh untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang maksimal,” ujar BKS

“Intelligent Transport System pada prinsipnya adalah penerapan teknologi maju untuk membuat prasarana dan sarana transportasi lebih informatif, lancar, aman dan nyaman sekaligus ramah lingkungan. Sistem ini mempunyai tujuan dasar untuk membuat sistem transportasi yang mempunyai kecerdasan sehingga dapat membantu pengguna transportasi dan memudahkan untuk memperoleh informasi, transaksi, mengurangi antrian juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan,” pungkas Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Sugihardjo, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono dan President of ITS Indonesia Noni Purnomo.(MM/TH/AL/BI)

sumber: http://www.dephub.go.id/

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

ITS Prediksi Jakarta Macet Total pada 2022

Dalam acara ini, hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pakar teknologi transportasi nasional dan internasional.

Noni Purnomo selaku President ITS Indonesia menyebutkan, acara ini merupakan momentum kolaborasi antar lembaga untuk mengembangkan integrasi transportasi publik yang lebih baik.

Kemudian pemanfaatan teknologi secara lebih masif untuk transportasi secara tepat guna mewujudkan transportasi yang mudah, nyaman dan aman bagi masyarakat.

“Adanya ITS Indonesia sebagai bagian dari komunitas ITS global dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama baik dengan pemerintah ataupun industri dari negara lain agar kita dapat bergerak lebih cepat dalam menangani problem transportasi di Indonesia,” kata Noni dalam sambutannya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa memiliki berbagai tantangan tersendiri.

Selain tantangan di bidang pemerataan ekonomi, terdapat juga masalah urbanisasi, di mana saat lebih dari 53 persen penduduk berpindah dari daerah pedesaan menuju ke daerah perkotaan.

“Kareta itu daerah-daerah perkotaan mengalami masalah di bidang infrastruktur khususnya infrastruktur transportasi,” kata dia

Dia mencontohkan, daerah Jabodetabek memiliki populasi 31 juta jiwa. Tercatat pada 2015 sejumlah 47,5 juta perjalanan yang melintas masuk dan keluar Jakarta setiap harinya.

Angka tersebut meliputi 18,5 juta sepeda motor, 5,9 juta mobil pribadi serta 512 ribu bis. Dampak kemacetan yang ditimbulkan dapat secara langsung dirasakan oleh siapapun yang setiap hari melintas di jalanan kota Jakarta.

Saat ini kecepatan rata-rata kendaraan di waktu sibuk adalah sepuluh km per jam dan terus mengalami penurunan setiap tahun.

“Kerugian ekonomi yang tercatat sebagai dampak dari kemacetan di Jakarta adalah senilai USD 1 milyar pada 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 6,5 milyar pada 2020 apabila kondisi ini tidak diperbaiki,” kata itu.

Selain itu, Jakarta diprediksi akan mengalami kemacetan total (grid lock) pada 2022, apabila tidak ada langkah-langkah yang komprehensif dalam menata ekosistem transportasi perkotaan.

Hal tersebut masih ditambah juga dengan angka resiko kecelakaan yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, serta dampak polusi yang ditimbulkan dari banyaknya kendaraan yang melintas di jalan raya.

“Berbagai upaya penanganan masalah-masalah transportasi memang telah dilakukan oleh beberapa pemangku kepentingan dan pelaku usaha, tetapi penanganan-penanganan tersebut pada umumnya masih bersifat adhoc dan sporadis sehingga masih belum dapat menjawab tantangan-tantangan secara menyeluruh,” kata dia.

Sementara dalam berbagai forum transportasi global, disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan diantaranya adalah pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang sarana dan prasarana pengelolaan operasional transportasi.

Sementara itu, Menhub Budi Karya mengapresiasi acara tersebut. Dia menilai, permasalahan transportasi kian hari semakin kompleks. Kareka itu, harus ada kajian akademik dan dibantu dengan perkembangan teknologi.

“Kalau saya lihat acara ini adalah organisasi yag mengakomodasi kegiatan dunia dengan teknologi baru yang sangat mempengaruhi kegiatan transportasi. Semoga ini memberikan terbosan dalam dunia transportasi,” kata Budi.

Dalam sambutannya, Budi juga menyampaikan pemikiran Jokowi-JK tentang transportasi. Semua pihak diminta untuk berinovasi mencari terobosan di sektor transportasi.

“Oleh karena itu, kesempatan ini marilah kita berkabolarasi. Harus ada suatu proses timbal balik di dunia pendidikan, user, dan teknologi. Banyak sekali yang kami selesaikan, baik secara nasional maupun regional,” tandas Budi.

sumber:http://jpnn.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Political Will Tentukan Masa Depan Transportasi


SEKJEN Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyatakan penerapan jalan berbayar atau electronic ride pricing (ERP) dinilai sebagai kebijakan paling adil karena memberi pilihan bagi pengemudi.

“ERP ialah jawaban paling adil. Kalau pola three in one dan ganjil-genap itu kurang adil karena memaksa sehingga pengguna jalan tidak punya pilihan,” kata Sugihardjo dalam acara Intelligent Transport System (ITS) Role in Future Mobility, di Jakarta, seperti dikutip Antara kemarin.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov DKI agar segera merealisasikan jalan berbayar itu dan tak menundanya karena kepadatan kian bertambah.

Kemauan pengambil kebijakan amat menentukan masa depan transportasi yang berdampak pada perekonomian daerah. Dia mencontohkan proyek MRT yang sudah dilakukan studi pada 1987, tapi baru dimulai pada 2013. “Kemenhub berharap diselesaikan karena sudah sangat terlambat, artinya harus ada political will. Banyak pembangunan infrastruktur terkendala bukan karena aspek teknis, melainkan karena pembuatan keputusan,” katanya.

Sugihardjo menambahkan, selagi mempersiapkan sistem, pemerintah menyiapkan transportasi publik yang layak.

Salah satu Pendiri ITS Indonesia Bambang Susantono mengatakan banyak manfaat jika diterapkan sistem jalan berbayar, seperti peralihan ke angkutan umum, kemudian uang yang dibayarkan bisa diputar kembali untuk peningkatan fasilitas transportasi.

Pakar transportasi Elly Sinaga mengatakan seharusnya sistem jalan berbayar sudah diterapkan mulai 2019 lantaran jika tidak dilaksanakan, diperkirakan Jakarta macet total (grid lock) pada 2022.

Presiden ITS Indonesia Noni Purnomo berharap dukungan teknologi bisa membantu pemerintah untuk bergerak lebih cepat dalam menangani masalah transportasi. (E-3)

Sumber: mediaindonesia.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

ITS Indonesia: Penerapan Teknologi Untuk Integrasi Transportasi Sudah Mendesak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penerapan teknologi untuk transportasi secara terintegrasi sudah saatnya diterapkan untuk menjawab tantangan transportasi di Indonesia.

Intelligent Transport System (ITS) Indonesia memaparkan bahwa akibat kemacetan yang terjadi di Indonesia sudah mengurangi pertumbuhan ekonomi.

Noni Purnomo President ITS Indonesia mengatakan, berdasarkan data BPTJ, saat ini kecepatan rata-rata kendaraan di waktu sibu kadalah 10 km/jam, mengalami penurunan setiap tahun sejak 10 tahun sebelumnya. Kerugian ekonomi yang tercatat sebagai dampak dari kemacetan di Jakarta adalah senilai 1 miliar dolar AS pada tahun 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,5 miliar dolar AS pada 2020 apabila kondisi ini tidak di perbaiki.

Sebagai contoh dapat dilihat di wilayah Jabodetabek. Dengan jumlah populasi sebesar 31 juta jiwa, tercatat pada tahun 2015 sejumlah 47,5 juta perjalanan yang melintas masuk dan keluar Jakarta setiapharinya. Angka tersebut meliputi 18,5 juta sepeda motor, 5,9 juta mobil pribadi serta 512 rib ubis. Dampak kemacetan yang ditimbulkan dapat secara langsung dirasakan oleh siapapun yang setiap hari melintas di jalanan kota Jakarta.

“Integrasi Transportasi Publik yang dimaksud meliputi integrasi infrastruktur (shelter&koridorrute), integrasi informasi (alternatifrute, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasitarif), integrasi tarif serta integrasi pembayaran. Saat ini dengan trend teknologi yang berkembang, sangat di mungkinkan untuk mencari informasi rute perjalanan, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi biaya, sekaligus melakukan transaksi pembayaran cukup dengan satu aplikasi di ponsel saja. Hal tersebut adalah salah satu conto hbagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur transportasi publik yang lebih baik,” kata Noni dalam keterangan persnya.

Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan trafik jalan raya secara lebih otomatis, terkait dengan adanya pelanggaran, kecelakaan, atau kemacetan, sehingga dapat dilakukan tindakan atau penanganan secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi dapat digunakan juga untuk melakukan analisis perilaku pengendara di jalan raya sehingga dapat dilakukan prediksi serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan pengembangan jalan raya oleh otoritas yang berwenang.

Teknologi untuk transportasi saat ini juga sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Serta masih banyak lagi trend teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman serta aman bagi pengguna.

“Adanya ITS Indonesia sebagai bagian darikomunitas ITS global dapat dimanfaatkan untukmenjalin kerjasama baik dengan pemerintah ataupun industri dari negara lain agar kita dapat bergerak lebih cepat dalam menangani problem transportasi di Indonesia”, pungkasnya.

Sumber :tribunnews.com




News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

ITS Indonesia International Conference – ITS Role in Future Mobility

Jakarta, Airmagz.com – ITS (Intelligent Transport System) Indonesia adalah bagian dari komunitas global ITS Asia Pacific forum dan ITS World Congress dan merupakan organisasi yang bertujuan untuk mendorong pengembangan dan implementasi teknologi di sektor transportasi guna mewujudkan ekosistem transportasi publik yang mudah, nyaman dan aman bagi masyarakat. Salah satu inisiatif ITS Indonesia di tahun 2017 adalah dengan menyelenggarakan ITS Indonesia International Conference bertema “ITS Role in Future Mobility” yang di selenggarakan pada hari Selasa, 21 November 2017 di The Ice Palace Hall Lotte Shopping Avenue Lantai 4 Kuningan, Jakarta. Acara ini menghadirkan para pembicara global dan pakar teknologi transportasi.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa memiliki berbagai tantangan tersendiri. Selain tantangan di bidang pemerataan ekonomi, terdapat juga masalah urbanisasi, di mana saat lebih dari 53% penduduk berpindah dari daerah pedesaan menuju ke daerah perkotaan sehingga daerah-daerah perkotaan mengalami masalah di bidang infrastruktur khususnya infrastruktur transportasi.

Sebagai contoh dapat kita lihat di wilayah Jabodetabek. Dengan jumlah populasi sebesar 31 juta jiwa, tercatat pada tahun 2015 sejumlah 47,5 juta perjalanan yang melintas masuk dan keluar Jakarta setiap harinya. Angka tersebut meliputi 18,5 juta sepeda motor, 5,9 juta mobil pribadi serta 512 ribu bis. Dampak kemacetan yang ditimbulkan dapat secara langsung dirasakan oleh siapapun yang setiap hari melintas di jalanan kota Jakarta. Saat ini kecepatan rata-rata kendaraan di waktu sibuk adalah 10 km/jam, mengalami penurunan setiap tahun sejak 10 tahun sebelumnya. Kerugian ekonomi yang tercatat sebagai dampak dari kemacetan di Jakarta adalah senilai 1 milyar USD pada tahun 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,5 milyar USD pada 2020 apabila kondisi ini tidak di perbaiki (Sumber: BPTJ). Selain itu kota Jakarta diprediksi akan mengalami kemacetan total (grid lock) pada tahun 2022, apabila tidak ada langkah-langkah yang komprehensif dalam menata ekosistem transportasi perkotaan. Hal tersebut masih ditambah juga dengan angka resiko kecelakaan yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, serta dampak polusi yang ditimbulkan dari banyaknya kendaraan yang melintas di jalan raya.

Berbagai upaya penanganan masalah-masalah transportasi memang telah dilakukan oleh beberapa pemangku kepentingan dan pelaku usaha, tetapi penanganan-penanganan tersebut pada umumnya masih bersifat adhoc dan sporadis sehingga masih belum dapat menjawab tantangan-tantangan secara menyeluruh. Sementara dalam berbagai forum transportasi global, disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan diantaranya adalah pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang sarana dan prasarana pengelolaan operasional transportasi.

Integrasi Transportasi Publik yang dimaksud meliputi integrasi infrastruktur (shelter & koridor rute), integrasi informasi (alternatif rute, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi tarif), integrasi tarif serta integrasi pembayaran. Saat ini dengan trend teknologi yang berkembang, sangat dimungkinkan untuk mencari informasi rute perjalanan, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi biaya, sekaligus melakukan transaksi pembayaran cukup dengan satu aplikasi di ponsel saja. Hal tersebut adalah salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur transportasi publik yang lebih baik.

Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan trafik jalan raya secara lebih otomatis, terkait dengan adanya pelanggaran, kecelakaan, atau kemacetan, sehingga dapat dilakukan tindakan atau penanganan secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi dapat digunakan juga untuk melakukan analisis perilaku pengendara di jalan raya sehingga dapat dilakukan prediksi serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan pengembangan jalan raya oleh otoritas yang berwenang. Teknologi untuk transportasi saat ini juga sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Serta masih banyak lagi trend teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman serta aman bagi pengguna.

Guna mewujudkan hal itu semua tentu saja tidak mudah dan diperlukan kolaborasi banyak pihak untuk saling bekerja sama. Maka dari itu ITS Indonesia International Conference 2017 menghadirkan pakar-pakar Intelligent Transport System dari Asia Pasifik seperti dari ITS Jepang, ITS Taiwan, ITS Australia, ITS Selandia Baru, ITS Korea dan ITS Singapura dengan tujuan dapat berbagi pengalaman bagaimana negara-negara lain mengantisipasi problem transportasi urban terutama berkaitan dengan penerapan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transport System – ITS). Konferensi ini juga menghadirkan Bapak Ir. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Transportasi serta Bapak Bambang Susantono, Phd selaku Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB) sebagai Keynote Speaker mengingat peran serta pemerintah akan sangat dibutuhkan dalam pengembangan transportasi publik secara lebih masif serta implementasi berbagai teknologi untuk transportasi. Beberapa pembicara lain dari pemerintahan, industri, akademisi dan komunitas masyarakat juga ambil bagian dalam acara sehingga memunculkan lebih banyak perspektif berkenaan dengan solusi permasalahan transportasi multi dimensi baik dalam bidang urban planning, integrasi antar-moda, transportasi ramah lingkungan serta perkembangan teknologi berbasis standard internasional di dalam bidang sistem transportasi cerdas ke depannya.

Dalam sambutannya, Noni Purnomo selaku President ITS Indonesia menyebutkan bahwa event ini diharapkan dapat menjadi momentum kolaborasi antar lembaga untuk mengembangkan integrasi transportasi publik yang lebih baik, serta pemanfaatan teknologi secara lebih masif untuk transportasi secara tepat guna mewujudkan transportasi yang mudah, nyaman dan aman bagi masyarakat. “Adanya ITS Indonesia sebagai bagian dari komunitas ITS global dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama baik dengan pemerintah ataupun industri dari negara lain agar kita dapat bergerak lebih cepat dalam menangani problem transportasi di Indonesia”, pungkasnya

sumber: https://www.airmagz.com/

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Ingin Transportasi Lebih Nyaman, ITS Lakukan Ini

WE Online, Jakarta – Intelligent Transport System (ITS) Indonesia yang merupakan bagian dari komunitas global ITS Asia Pacific forum dan ITS World Congress dan merupakan organisasi yang bertujuan untuk mendorong pengembangan dan implementasi teknologi di sektor transportasi guna mewujudkan ekosistem transportasi publik yang mudah, nyaman dan aman bagi masyarakat pun menggelar ITS Indonesia International Conference bertema “ITS Role in Future Mobility” yang di selenggarakan pada Selasa (21/11/2017) di Jakarta. Gelaran tersebut merupakan salah satu inisiatif ITS Indonesia.

ITS Indonesia International Conference 2017 menghadirkan pakar-pakar Intelligent Transport System dari Asia Pasifik seperti dari ITS Jepang, ITS Taiwan, ITS Australia, ITS Selandia Baru, ITS Korea, dan ITS Singapura dengan tujuan dapat berbagi pengalaman bagaimana negara-negara lain mengantisipasi problem transportasi urban terutama berkaitan dengan penerapan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transport System–ITS).

Konferensi ini juga menghadirkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono sebagai keynote speaker mengingat peran serta pemerintah akan sangat dibutuhkan dalam pengembangan transportasi publik secara lebih masif serta implementasi berbagai teknologi untuk transportasi. Beberapa pembicara lain dari pemerintahan, industri, akademisi dan komunitas masyarakat juga ambil bagian dalam acara sehingga memunculkan lebih banyak perspektif berkenaan dengan solusi permasalahan transportasi multidimensi baik dalam bidang urban planning, integrasi antarmoda, transportasi ramah lingkungan serta perkembangan teknologi berbasis standar internasional di dalam bidang sistem transportasi cerdas ke depannya.

President ITS Indonesia Noni Purnomo menyebutkan bahwa event ini diharapkan dapat menjadi momentum kolaborasi antarlembaga untuk mengembangkan integrasi transportasi publik yang lebih baik, serta pemanfaatan teknologi secara lebih masif untuk transportasi secara tepat guna mewujudkan transportasi yang mudah, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

Sumber: wartaekonomi.co.id

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

ITS Indonesia Dorong Pengembangan Teknologi Transportasi Publik

Jakarta – Intelligent Transport System (ITS) Indonesia yang merupakan bagian ITS Asia Pacific forum dan ITS World Congress mendorong pengembangan teknologi di sektor transportasi publik sehingga masyarakat lebih mudah, nyaman dan aman. Untuk itu, digelar ITS Indonesia International Conference bertema “ITS Role in Future Mobility” di Jakarta, Selasa (21/11).

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum kolaborasi antarlembaga untuk mengembangkan integrasi transportasi publik serta pemanfaatan teknologi lebih masif guna mewujudkan transportasi yang mudah, nyaman dan aman bagi masyarakat,” kata President ITS Indonesia, Noni Purnomo saat memberikan kata sambutan.

Hadir dalam acara itu Menteri Perhubungan (Menhu) Budi Karya Sumadi serta Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono, serta pakar Intelligent Transport System dari Asia Pasifik seperti Jepang, Taiwan, Australia, hingga Singapura

Noni mengatakan, kehadiran ITS Indonesia sebagai bagian dari komunitas ITS global dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama baik dengan pemerintah ataupun industri dari negara lain agar dapat bergerak lebih cepat menangani masalah transportasi di Indonesia. “Dengan berbagi pengalaman bersama negara lain diharapkan problem transportasi urban terutama berkaitan penerapan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transport System/ITS) dapat terselesaikan,” kata dia.

Noni mengatakan, berbagai upaya penanganan masalah transportasi telah dilakukan pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Namun penanganannya bersifat adhoc dan sporadis sehingga belum menjawab tantangan secara menyeluruh. Sementara dalam berbagai forum transportasi global, disebutkan beberapa solusi permasalahan transportasi perkotaan di antaranya pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan teknologi.

Dalam event ini, para stakeholder mulai dari pemerintahan, industri, akademisi dan komunitas mencari solusi permasalahan transportasi multidimensi baik dalam bidang urban planning, integrasi antar-moda, transportasi ramah lingkungan serta perkembangan teknologi berbasis standard internasional di dalam bidang sistem transportasi cerdas ke depannya.

Integrasi transportasi publik yang dimaksud meliputi integrasi infrastruktur (shelter dan koridor rute), integrasi informasi (alternatif rute, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi tarif), integrasi tarif serta integrasi pembayaran.

Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan trafik jalan raya lebih otomatis, terkait adanya pelanggaran, kecelakaan, atau kemacetan, sehingga dapat dilakukan tindakan cepat dan komprehensif.

Sumber: BeritaSatu.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

ITS Beberkan Jalan Keluar Atasi Masalah Transportasi Publik

JAKARTA – Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global, disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan.

Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang sarana dan prasarana pengelolaan operasional transportasi.

Integrasi Transportasi Publik yang dimaksud meliputi integrasi infrastruktur (shelter dan koridor rute), integrasi informasi (alternatif rute, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi tarif), integrasi tarif serta integrasi pembayaran.

“Saat ini dengan trend teknologi yang berkembang, sangat dimungkinkan untuk mencari informasi rute perjalanan, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi biaya, sekaligus melakukan transaksi pembayaran cukup dengan satu aplikasi di ponsel saja,” ujar President ITS Indonesia Noni Purnomo di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Hal tersebut salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur transportasi publik yang lebih baik.

Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan trafik jalan raya secara lebih otomatis, terkait dengan adanya pelanggaran, kecelakaan, atau kemacetan. Sehingga dapat dilakukan tindakan atau penanganan secara lebih cepat dan komprehensif.

“Teknologi dapat digunakan juga untuk melakukan analisis perilaku pengendara di jalan raya, sehingga dapat dilakukan prediksi serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan pengembangan jalan raya oleh otoritas yang berwenang,” tutur Noni.

Sumber : ekbis.sindonews.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More