Aino Indonesia Fokus Sajikan Platform Pembayaran Non-Tunai untuk Sektor Publik

Aino Indonesia (Aino) merupakan perusahaan di bidang teknologi yang fokus pada solusi pembayaran digital. Produk yang dihasilkan menjembatani kebutuhan transaksi non-tunai dari berbagai sumber dan media pembayaran. Selain itu pihaknya juga mengembangkan sistem integrasi alat pembayaran untuk berbagai segmen bisnis, mulai dari transportasi, pariwisata, hingga pemerintahan.

Menurut pemaparan Co-Founder & COO Aino Syafri Yuzal, pada awalnya Aino merupakan divisi riset dan pengembangan di software house Gamatechno. Fokusnya pada teknologi contactless smartcard, mobile RFID, mobile NFC, dan SMS gateway. Seiring perkembangan yang ada, divisi riset tersebut berubah menjadi profit centre bernama Smart Tech Division, dengan fokus produk pada sistem tiket elektronik yang diintegrasikan dengan platform pembayaran.

“Tanggal 30 April 2013, Smart Tech Division spin-off menjadi single entity sendiri dengan nama PT Aino Indonesia,” ujar Syafri.

Pendiri Aino ada empat orang, yakni Afrizal Hernandar (CEO Gamamulti), Aditya Nugraha (CEO Gamatechno), Hastono Bayu Trisnanto (CEO Aino Indonesia), dan Syafri Yuzal (COO Aino Indonesia). Mengenai struktur perusahaan Syafri juga menjelaskan, bahwa Aino berada di bawah naungan holding company PT Gamamulti Usaha Mandiri yang didirikan dan dimiliki Universitas Gadjah Mada. Gamatechno juga bagian dari portofolio Gamamulti.

“Sepanjang tahun 2018, Aino mencatatkan telah memproses 180 juta transaksi uang elektronik multi penerbit di 21 kota di seluruh Indonesia, dengan mengelola hampir 2000 payment devices,” lanjut Syafri.

Kebanyakan solusi yang sudah diterapkan di masyarakat adalah pembayaran non-tunai menggunakan uang elektronik. Seperti pembayaran tiket transportasi, pembayaran parkir, pembayaran tol, vending machine hingga tiket wahana wisata.

Investasi dari TIS

Pada bulan April 2019 lalu Aino baru menyelesaikan venture round dari perusahaan asal Jepang bernama TIS. Nilai pendanaan yang didapat mencapai $4 juta (setara dengan 57 miliar Rupiah). Pendanaan tersebut akan difokuskan untuk pengembangan produk dan ekspansi bisnis.

“Pada round investment tersebut, Aino membutuhkan mitra strategis yang dapat membantu untuk scalling-up kapabilitas teknis, organisasi, melakukan transfer teknologi, serta membawa potensi akses masuk ke pasar regional. Kepemilikan saham terbesar masih dimiliki UGM melalui Gamatechno, kepemilikan asing di bawah 25% sehingga manajemen, pengawasan, dan operasional tetap dalam kendali tim lokal,” terang Syafri.

Tahun 2019 fokus Aino adalah menguatkan sistem payment gateway dan meluncurkan produk baru bernama Aino Unified Payment. Produk baru tersebut memungkinkan satu arsitektur sistem produk yang dapat menerima pembayaran non-tunai dari berbagai sumber, terintegrasi dengan perangkat pembayaran dan solusi yang berbeda-beda, baik offline maupun online. Perusahaan juga akan mulai mengeksplorasi segmentasi baru, yakni ritel.

“Perkembangan fintech di Indonesia sangat pesar, karena pasarnya besar dan masih banyak yang belum terlayani solusi non-tunai. Pada awal tahun 2018, setelah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, teknis, keamanan, dan ISO, Aino mendapatkan lisensi payment gateway yang pertama untuk penerimaan transaksi uang elektronik multi penerbit untuk layanan transportasi,” tutup Syafri.

Sumber: dailysocial.id

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More