Menhub Siapkan Transfortasi Cerdas di IKN Baru

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Kementerian Perhubungan memastikan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru akan dibangun transportasi mengusup konsep ITS atau Intelligent Transportation System, sebuah sistem transportasi cerdas.

Kesiapan transfortasi di IKN baru ini dijelaskan langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadhi di acara dialog nasional rancang bangun dan kesiapan Kalimantan Timur sebagai IKN di Balikpapan, Rabu (2/10).

“Pemerintah terus melakukan persiapan dan kajian untuk membangun transportasi konsep ITS. Ini merupakan arahan Presiden,” ucapnya.

Budi Karya menjelaskan kebijakan nasional terkait transportasi publik akan meliputi menyeluruh sektor darat, udara dan laut. Semuanya harus terintegrasi.

“Yang terpenting adalah semua jenis transportasi harus saling sinergi untuk memudahkan aksesbilitas masyarakat di ibu kota yang baru nanti,” ungkapnya.

Pemerintah lanjut ia, akan cermat dalam menentukan pilihan untuk melengkapi kota dengan transfortasi yang moderen dan canggih, dengan melihat potensi yang ada dan juga tentunya terintegrasi dengan kementerian lainnya. (mh/gk)

sumber: https://gerbangkaltim.com/

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Tingkatkan Kecerdasan Transportasi Umum Menhub Lin Chia-long : Bantu Domestik Raih Piala Dunia

(Taiwan, ROC) — Menteri Perhubungan, Lin Chia-lung hari Jumat (22/11) hadir dalam jumpa press “Seminar dan Forum Inovasi Teknologi Layanan Transportasi Publik Cerdas”. Lin Chia-lung mengemukakan, hasil survei internasional memperlihatkan, nilai perlengkapan layanan transportasi publik cerdas akan mencapai USD16 milyar di tahun 2022, sedangkan lingkungan Taiwan sangat ideal sebagai tempat pelatihan transportasi publik cerdas, untuk itu ia mengimbau berbagai kalangan dalam negeri untuk terus mengembangkannya guna mempersiapkan masuk dalam pasar internasional.   

Guna memasuki pengembangan industri layanan transportasi publik cerdas, Kementerian Perhubungan tanggal 22 November mengelar “Seminar dan Forum Inovasi Teknologi Layanan Transportasi Publik Cerdas” yang mengundang dan mengumpulkan industriawan, pejabat, pelajar dan pakar untuk membahas dan juga mengembangkan inovasi baru serta melakukan penelitian, manufaktur dan aplikasi, agar dapat berakar di Taiwan dan meluas ke dunia internasional.

CEO The Taiwan Al Labs, Ethan Tu menyampaikan, seluruh dunia tengah memperhatikan pencerdasan peralatan transportasi hingga ke berbagai pembangungan infrastruktur dan sistem pengelolaan transportasi, serta masalah terkait lainnya ; sedangkan Taiwan memiliki lingkungan yang baik untuk perboaan, memiliki perusahaan perangkat lunak, ia percaya transportasi cerdas Taiwan akan menjadi titik terang dan dapat mengerakkan industri teknologi global.

Menteri Perhubungan, Lin Chia-lung mengemukakan, jumlah penduduk yang cukup padat di Taiwan sangat sesuai untuk dijadikan lahan latihan transportasi cerdas, berharap melalui aplikasi 5G dapat memasuki pasar internasional, oleh karena itu peneliti internasional memperkirakan niali perangat layanan transportasi publik cerdas mencapai angka USD16 milyar pada tahun 2022 mendatang.

Menteri Perhubungan, Lin Chia-lung mengatakan, “Kira-kira hingga tahun 2022, seluruh perlengkapan sistem transportasi publik cerdas dapat mencapai nilai sekitar USD16 milyar, yaitu sekitar NTD480 milyar, 3 tahun lagi akan segera datang, tingkat pertumbuhan dalam setahun mencapai 12%”

Lin Chia-lung lebih lanjut menyampaikan, aplikasi teknologi informatika dalam transportasi tidak saja dapat mengintegrasikan informasi perjalanan tetapi juga dapat menyediakan layanan transportasi yang lebih aman, untuk itu kementerian perhubungan tengah menelaah program transportasi umum cerdas 5 tahun dengan nilai 30 milyar untuk membina para pelaku usaha transportasi umum untuk mengembangkan inovasi teknologi transportasi yang juga untuk meningkatkan kualitas transportasi, di sisi lain untuk memberikan motivasi baru dalam persaingan dengan industri global.

Sumber : id.rti.org.tw.

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Kemenhub Butuh Rp 222 Triliun Bangun Transportasi di Ibu Kota Baru

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) paparkan kesiapan dan rencana pembiayaan pembangunan infrastruktur transportasi di ibu kota baru pada jajaran Komisi V DPR RI.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasno menyampaikan Kemenhub butuh total Rp 222,42 triliun untuk bangun transportasi di ibu kota baru.

“Hitungan ini berdasarkan pengalaman kami selama mengerjakan pembangunan infrastruktur transportasi,” ujar Djoko sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (21/11/2019).

Secara rinci, Kemenhub menetapkan anggaran berdasarkan pembagian studi, transportasi laut, transportasi darat, transportasi udara dan perkeretaapian.

Studi Perencanaan Transportasi IKN (Ibu Kota Negara) memakan biaya sebesar Rp 30 miliar, berupa penyiapan Feasibility Study (FS), Masterplan, Detail Engineering Design (DED). Lalu, pembangunan transportasi udara sebesar Rp 7,35 triliun untuk pengembangan bandara Sepinggan dan AAP Samarinda.

Pembangunan transportasi laut sebesar Rp 1,37 Triliun untuk pengembangan terminal, pengembangan dan rehabilitasi dermaga, subsidi operasional, penetapan traffic separation scheme, pengembangan Vessel Traffic System (VTS), Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran dan fasilitas lainnya.

Pembangunan transportasi perkeretaapian sebesar Rp 209,6 triliun untuk pembangunan stasiun, KA Subway, KRL, jalur KA, dan pengadaan kereta listrik.

Serta pembangunan transportasi darat sebesar Rp 4,07 triliun untuk pembangunan terminal dan pembangunan halte, Bus Rapid Transit (BRT), Intelligent Transportation System (ITS), kelengkapan jalan, bus air dan pelabuhan penyeberangan.

Djoko menyatakan, perhitungan ini bersifat sementara masih menunggu hasil studi kelayanan dan rencana umum tata ruang (RUTR) IKN.

“Nanti pastinya ada perubahan-perubahan,” papar Djoko.

sumber: https://www.liputan6.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Produsen IoT Lokal Siap Bersaing di Pasar Global

Bisnis.com, JAKARTA–Perusahaan integrator control system lokal Delameta Bilano Group memamerkan produk Internet of Thing (IoT) buatan anak bangsa yang sudah siap di ekspor ke pasar ASEAN. 

Direktur Delameta, T Bayu mengemukakan bahwa pihaknya telah memamerkan sejumlah inovasi di acara Indonesia Infrastructure Week 2019 pada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). 

Beberapa produk IoT karya anak bangsa tersebut di antaranya adalah Automatic Lane Barrier atau palang lajur otomatis dengan kecepatan 0,28 detik, e-payment & QR reader enco, people gate untuk MRT, dan Sistem Pembacaan Plat Nomor Otomatis (ALPR).

 “Kami ucapkan terima kasih, diberikan kesempatan untuk mendukung acara Kementerian PUPR dan dukungan Bapak Presiden Joko Widodo kepada industri dalam negeri dengan kebijakan insentif pajak perusahaan riset serta mempermudah akses ekspor untuk menambah devisa negara,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (15/11).

 Dia juga mengaku tengah berencana membangun kawasan manufaktur teknologi yang terintegrasi di kawasan Industri Sadang Purwakarta. Dia juga optimistis produk buatan anak bangsa tersebut dapat bersaing dengan pasar global.

 Salah satu produk unggulan Delameta yang dapat bersaing dengan pasar global yaitu sistem WiFi Emergency Access per 500 meter di Jalan tol Medan-Kuala Namu. 

“Melalui teknologi ini, pengemudi dapat melakukan panggilan emergency melalui aplikasi di saat terkendala jaringan seluler maupun kehabisan pulsa,” katanya.

 Dia juga mengaku pihaknya akan berkolaborasi riset strategis dengan perusahaan swasta dan BUMN pada awal tahun depan. 

“Kami berencana menunjukkan produk unggulan kami di acara tahunan Intelligent Transportation System (ITS) World Congress di Los Angeles Amerika Oktober 2020,” ujarnya.

Sumber: bisnis.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

“Smart City, Smart Mobility” Terobosan Kemenhub untuk Transportasi di Ibukota Baru

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – “Smart City, Smart Mobility” untuk melakukan pengembangan sektor transportasi di Ibu Kota Baru menjadi konsep terobosan baru Kementerian Perhubungan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Menggali Potensi Konektivitas Ibukota Baru’ di Balikpapan, Kaltim, Kamis (19/9).

“Konsep “Smart City, Smart Mobility’ yaitu membuat sistem transportasi yang ramah lingkungan dan berteknologi tinggi,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dia mengatakan, transportasi massal menjadi angkutan utama yang digunakan oleh masyarakat di Ibu Kota Baru. Salah satu yang bisa digunakan adalah transporasi massal bernama ART (Autonomus Rail Rapid Transit).

“Angkutan massal yang dibangun di Ibukota baru diantaranya kereta, karena ramah lingkungan dan kapasitasnya banyak, serta waktunya juga tepat. Salah satu jenis kereta (KA) yang berteknologi tinggi yang bisa digunakan yaitu Autonomous Rail Rapid Transit (ART), atau kereta tanpa rel,” ujarnya.

Menhub menjelaskan, penggunaan ART ini dapat menekan biaya investasi karena tanpa perlu membangun jalur rel KA. Namun demikian, Menhub mengatakan masih akan mengkaji lebih lanjut karena ini termasuk teknologi yang baru.

Sebelum menggunakan ART, masyarakat akan memanfaatkan penggunaan moda transportasi Bus terlebih dahulu.

“Karena investasi rel itu mahal sekali, 1 km itu bisa sampai Rp200 – Rp300 miliar, kalau eleveted bisa Rp400 miliar. Kalau ini rencananya tanpa menggunakan rel sehingga menekan harga. Tapi teknologinya baru, jadi kita gunakan dulu bus gandeng. Tapi untuk kedepannya, konsep yang disiapkan adalah ART,” ungkap dia.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyebutkan, Kalimantan merupakan paru-paru dunia yang alamnya harus dijaga. Maka seluruh pembangunannya harus ramah lingkungan agar tidak kehilangan paru-paru dunia.

“Pembangunan ini 60 persennya ruang terbuka hijau. Harus ada reboisasi yaitu hutan yang ditebang ditanam kembali di tempat lain. Hutan jangan sampai tertanggu polusi. Kalimantan ini diawasi seluruh dunia bukan hanya Indonesia,” tutur Isran.

Kepala Badan Litbang Kemenhub Sugihardjo juga menjelaskan hal yang senada bahwa transportasi Ibukota baru akan dibuat lebih ramah lingkungan (eco friendly). 65 persen dari ibukota baru tersebut harus terdiri dari ruang terbuka hijau.

“Kami akan membangun transportasi Ibukota yang modern dan cerdas. Maka dari itu kita akan menyusun teknologi yang bagus, agar masyarakat kalau mau menggunakan transportasi bisa didahului dengan jalan kaki ke halte atau stasiun yang tentunya harus eco friendly,” kata Sugihardjo.

Sebagai informasi, beberapa infrastruktur sarana dan prasarana lain yang direncanakan akan dibangun di Ibukota yang menjadi pusat pemerintahan tersebut, seperti pedestrian, e-bike, e-scooter, dan LRT atau MRT.

FGD tersebut menghadirkan beberapa pembicara seperti, Kabadan Litbang Kemenhub Sugihardjo, Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Kadishub Kaltim Salman, Perwakilan Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) Sukarni Ningsi.

Diskusi diikuti mahasiswa, seluruh Unit Pelaksana Teknis Kemenhub di Kaltim dan jajaran stakeholder terkait dengan pembangunan Ibukota baru.

Sumber : beritatrans.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Kemenhub Komitmen Wujudkan Transportasi Yang Cerdas, Selamat dan Berkelanjutan Melalui Pembangunan Angkutan Umum Massal

nusakini.com-Jakarta – Kementerian Perhubungan selalu terus berkomitmen untuk mewujudkan transportasi yang cerdas, Selamat dan berkelanjutan melalui pembangunan sistem angkutan umum massal perkotaan seperti Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta dan Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Jabodebek serta Transit Oriented Development (TOD) di Jabotabek. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Kawasan Gede Pasek Suardika pada acara Forum Diskusi Indonesia International Smart City Forum dan Expo di Jakarta, Rabu (17/7). 

“Dengan adanya pembangunan MRT, LRT di Palembang dan Jabodebek serta TOD di Jabotabek ini merupakan komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus membangun transpotasi yang cerdas serta berkelanjutan” ucap Sahli Gede Pasek. 

Gede Pasek melanjutkan pembangunan menuju smart city tidak hanya dilakukan pada sarananya saja namun juga dilakukan pada sektor prasarana dan sistemnya. 

“Untuk prasarana kita punya Advanced Traffic Controls System (ATCS), Bus Information Management System (BIMS), Automatic Fare Collection (AFC) dan Smartcard untuk pembayaran,” kata Gede Pasek. 

Lebih lanjut Sahli Gede Pasek mengatakaan pembangunam tersebut merupakan tindakan pemerintah dalam melakukan revitalisasi angkutan umum yang ada agar masyarakat mempunyai daya tarik untuk menggunakan angkutan umum massal. 

“Penggunaan angkutan umum massal dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena dapat mengurangi kemacetan” pungkas Sahli Gede Pasek. 

Kementerian Perhubungan juga tidak bosan untuk terus mengingatkan masyarakat agar dapat bertransportasi dengan mengutamakan keselamatan. 

“Untuk keselamatan, masyarakat juga harus berperan aktif, seperti berkendara yang baik, perlengkapan yang sesuai, kompetensi mengemudi yang baik, kondisi kendaraan yang laik serta ketaatan terhadap regulasi yang ada” ujar Gede Pasek.

Sumber : nusakini.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Indonesia-Korsel, Bangun Sistem Transportasi Cerdas Jakarta

Jakarta, Nusantaratv.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Kerjasama Internasional Korea (Korea International Cooperation Agency/KOICA) menandatangani Record of Discussions (RoD) tentang Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas dan Sistem Percontohan untuk Wilayah Metropolitan Jakarta. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Country Director KOICA Indonesia Hoejin Jeong, di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Pengembangan Sistem Transportasi Cerdas juga menjadi bahasan antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transport (MoLIT) Korea Selatan Kim Hyun Mee, di Seoul, beberapa waktu lalu.

Kerjasama ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengggunaan jalan, akses dan keselamatan lalu lintas dengan menyediakan informasi lalu lintas secara real time kepada pengguna jalan. 

“Ini merupakan awal yang baik untuk mengatasi permasalahan sistem transportasi di Jabodetabek. Dengan adanya sistem transportasi cerdas, bisa mengatur secara lebih efektif sektor transportasi. Keberhasilan kerjasama ini juga memerlukan dukungan dari Kementerian/Lembaga terkait lainnya diantaranya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI,” kata Sugiyartanto Dirjen Bina Marga.

Proyek ini akan berlangsung selama 5 tahun yang terdiri 3 tahun implementasi dan 2 tahun masa pemeliharaan dengan anggaran 5,5 juta USD. Lingkup kerjasama yakni pengembangan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas, implementasi sistem percontohan yang dilakukan di koridor Jakarta-Cikampek, penyediaan rujukan pedoman hukum dan peraturan Sistem Transportasi Cerdas dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Pada sambutannya, Hoejin Jeong menjelaskan bahwa kerjasama ini dapat mempererat hubungan kedua negara setelah sebelumnya sudah ada kerjasama antara KOICA dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR yang menghasilkan prototipe operasi sistem data jalan (Integration Road Data Center Operation / IRODCO). Sistem operasi tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut melalui kerjasama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea telah mengembangkan metodologi dan strategi untuk mengurangi lalu lintas secara efektif. Hampir semua kota di Korea direkam dalam video. Lebih dari 9 juta kamera pengintai beroperasi di jalan-jalan sampai stasiun kereta bawah tanah. Jika kecelakaan terjadi, mereka secara otomatis mengambil gambar dan mempostingnya di media sosial dan berita dan memberikan warga rute alternatif, yang juga berfungsi sebagai alat untuk mengarahkan kembali lalu lintas mobil ke kereta bawah tanah atau bentuk transportasi umum lainnya.

Sumber : nusantaratv.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Zaman sudah semakin canggih sekarang. Manusia tak perlu bersusah payah berkat adanya bantuan teknologi. Begitu pula dengan urusan berkendara, kita tak perlu repot-repot lagi menyetir karena hadirnya inovasi bernama self driving car!

Dikenal dengan beberapa nama lain seperti robot cardriverless car dan autonomous car, teknologi ini sudah hadir di beberapa negara maju di dunia. Intip yuk kecanggihannya! 

1. Mengenal lebih dekat self driving car

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Seperti namanya, self driving car adalah kendaraan yang bergerak secara otomatis tanpa peran manusia di dalamnya. Mobil ini menggabungkan beberapa sensor untuk memahami lingkungannya, seperti radar, GPS, sonar hingga unit pengukuran inersia. Selain itu, mobil ini memiliki sistem kontrol yang canggih dalam menginterpretasikan informasi sensorik untuk mengidentifikasi jalur navigasi yang tepat.

2. Self driving car pertama dikembangkan pada tahun 1977

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Berbicara soal sejarah, rupanya ide untuk membuat mobil yang bisa bergerak otomatis sudah terpikir sejak seabad lalu! Eksperimen mengenai automated driving systems (ADS) telah terpikir sejak tahun 1920, lalu berbagai uji coba dilakukan pada tahun 1950. Namun, mobil yang benar-benar otomatis pertama kali dikembangkan pada tahun 1977 oleh Japan’s Tsukuba Mechanical Engineering Laboratory.

Mobil ini dapat melacak marka jalan dengan bantuan dua kamera yang terpasang pada kendaraan serta menggunakan komputer analog untuk pemrosesan sinyal. Mobil ini mencapai kecepatan 30 km per jam, sebuah rekor yang cukup fantastis pada era tersebut.

3. Apakah aman menaiki self driving car?

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Kita mungkin bertanya-tanya, apakah aman menyerahkan kendali sepenuhnya pada mobil ini? Apakah tidak ada resiko kecelakaan? Well, hal itu sudah diantisipasi oleh para ahli.

Bahkan, menurut perusahaan konsultan McKinsey & Company mengklaim bahwa meluasnya penggunaan kendaraan otonom dapat mengurangi 90 persen dari semua kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Selain itu juga mencegah hingga US$190 miliar dalam kerusakan serta biaya kesehatan setiap tahun, serta menyelamatkan ribuan jiwa.

Selain itu, para ahli keselamatan berkendara menilai bahwa kecelakaan lalu lintas umumnya diakibatkan oleh kelalaian manusia seperti reaksi yang tertunda untuk melakukan pengereman, terdistraksi dan berkendara melebih batas kecepatan. Meski diklaim aman, ternyata self driving car juga bisa mengalami kecelakaan. Seperti self driving car dari Uber yang membunuh perempuan Arizona yang sedang berjalan kaki pada 19 Maret 2018 silam, menurut laman The Guardian.

4. Terdapat beberapa penyewaan self driving car yang bisa kamu coba

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Teknologi self driving car memang belum ada di Indonesia. Namun, di Amerika Serikat, terdapat beberapa layanan penyewaan self driving car yang bisa kamu coba. Layanan ini ibarat taksi, namun bedanya tanpa ada pengemudi di dalamnya.

Beberapa perusahaan yang memiliki layanan ini adalah Uber, Waymo dan Lyft. Untuk Waymo, layanan ini beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan dapat dipesan melalui aplikasi Waymo One, terang laman Extreme Tech.

Selayaknya taksi online, kita bisa melihat estimasi harga dan rute yang akan ditempuh. Sementara, di Las Vegas terdapat Lyft yang bisa kita coba. Jumlah armada yang ada di Las Vegas berjumlah 30 mobil, terang laman Engadget. Kita tunggu kedatangannya di Indonesia, ya!

5. Bagaimana efek hadirnya self driving car pada lingkungan?

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Sempat terpikir, apa mobil ini ramah lingkungan atau justru sebaliknya? Faktanya, otomatisasi kendaraan dapat meningkatkan penghematan bahan bakar mobil dengan mengoptimalkan sistem penggerak. Bahkan, meluasnya penggunaan mobil otomatis akan menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, ungkap laman Scientific American.

Lebih lanjut, menurut laporan dari Intelligent Transportation Society of Americaself driving car dapat mengurangi 2-4 persen konsumsi minyak dan emisi gas rumah kaca hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, mobil ini dapat berakselerasi dan mengerem lebih efisien yang dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi energi yang terbuang. Namun, karena penggunaannya belum masif, maka efek positif dari self driving car belum benar-benar terasa.

6. Lantas, apa kendala yang dihadapi oleh self driving car?

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Tidak semua berjalan mulus sesuai ekspektasi. Nyatanya, self driving car juga menghadapi berbagai kendala. Teknologi kecerdasan buatan masih tidak dapat berfungsi dengan baik di pusat kota yang kacau dan macet. Selain itu, cuaca ekstrem seperti salju dikhawatirkan dapat merusak sistem pengindraan dan navigasi mobil.

Tak hanya kendala secara teknis, ada pula halangan secara sosial. Semisal pemerintah yang tidak memiliki regulasi khusus terkait self driving car serta tenaga kerja yang kurang, padahal kebutuhannya tinggi.

Hal ini karena jumlah talenta yang tersedia tidak mencukupi permintaan yang tinggi. Dikhawatirkan pula, dengan melesatnya jumlah mobil otomatis, berpengaruh pada hilangnya pekerjaan di sektor industri transportasi.

7. Bagaimana masa depan self driving car di Asia?

Mobil Tanpa Sopir, Yuk Intip 7 Kecanggihan Teknologi Self Driving Car

Negara tetangga, Singapura, telah selangkah lebih maju. Negeri ini memiliki armada nuTonomy, perusahaan self driving car yang pertama disetujui oleh pemerintah Singapura untuk pengujian mobil otonom di jalanan umum, ungkap laman Campus Eye, koran online milik mahasiswa National University of Singapore (NUS). Layanan ini diuji coba pada tahun 2016 dan beroperasi secara komersil pada tahun 2018 silam.

Sementara, pada Agustus 2018, Asosiasi Produsen Otomotif Indonesia (Gaikindo) sempat mengadakan pameran tentang inovasi dalam sektor otomotif. Pameran ini memberikan peluang bagi teknologi automated vehicles (AV) untuk berkembang. Meski begitu, jalanan Jakarta yang padat dan macet dirasa belum cukup siap untuk menerima teknologi ini, ungkap laman CIO.

Nah, itulah 7 fakta seputar self driving car. Mari kita berharap supaya Indonesia juga turut merasakan kecanggihan ini, ya!

Sumber: jabar.idntimes.com , medium.com , wired.com , iothub.com.au , theinformation.com , en.usens.com , popsci.com , blog.nus.edu.sg

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Masa Depan Otomotif Dunia: Mobil Tanpa Pengemudi

Bayangkan skenario dimana anda memanggil online taxi melalui aplikasi yang tertanam di smartphone anda. Lalu setelah menunggu beberapa saat, taksi anda datang. Namun ada yang aneh kali ini. Tidak ada pengemudi di balik setir, alias mobilnya berjalan sendiri! Namun percaya atau tidak, hal yang terdengar aneh ini akan menjadi lumrah mulai tahun 2025 mendatang. Setidaknya itu prediksi para analis industri otomotif global.

Perusahaan penyedia online taxi Uber, menjadi pelopor dalam hal ini. Di kota Pittsburgh, Amerika Serikat, Uber sudah mulai mengaplikasikan Autonomous Vehicles (AVs) untuk beberapa armada online taxi mereka. Uber menggunakan Volvo XC90 untuk armada AVs mereka. Namun untuk tahap awal, AVs yang dioperasikan oleh Uber tetap memiliki pengemudi di balik setir. Hal ini hanya untuk memastikan keamanan dari AVs mereka agar masih berada di bawah pengawasan manusia. Hal ini karena piranti lunak generasi pertama yang tertanam di armada AVs Uber belum mampu mendeteksi jalanan rusak atau perbaikan jalan yang menyebabkan berubahnya marka jalan (piranti lunak generasi pertama AVs saat ini bergantung pada marka jalan).

Analis memperkirakan bahwa kolaborasi antara perusahaan otomotif, perusahaan teknologi, dan perusahaan online taxi akan mendorong akselerasi perkembangan AVs. Para perusahaan otomotif besar dunia mulai berlomba-lomba untuk mengembangkan AVs dan hal ini disambut oleh para perusahaan teknologi untuk mengembangkan teknologi yang mampu mewujudkan hal tersebut. Sedangkan perusahaan online taxi akan menjadi konsumen utama AVs.

Perusahaan-perusahaan otomotif bergerak cepat untuk mengembangkan AVs dengan cara bermitra dengan perusahaan-perusahaan teknologi. General Motors (GM) mengakuisi Cruise, yang merupakan perusahaan start up di bidang piranti lunak autonomous-driving, senilai $ 1 miliar. Sedangkan Toyota, Volkswagen, Tesla, BMW, dan Daimler mengembangkan kontrak kerja sama dengan Nvidia. ementara Renault, Nissan, dan Mitsubishi berkongsi dengan Mobileye yang merupakan anak perusahaan Intel (Intel mengakuisisi Mobileye senilai $ 15.3 miliar pada bulan Maret 2017). Menyadari prospek bisnis pengembangan AVs, perusahaan start-ups di bidang piranti lunak pengembangan autonomous-driving juga bermunculan di Silicon Valley.

Di sisi lain, para pengamat memprediksi bahwa para perusahaan online taxi akan menjadi konsumen terbesar AVs. UBS menawarkan analisa nilai ekonomis dari AVs. Menurut UBS, saat ini 60 persen biaya operasional perjalanan online taxi masih dibebankan pada perusahaan online taxi dan sisanya (40 persen) dibebankan pada konsumen. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Uber masih merugi hingga saat ini. Namun UBS memprediksi bahwa AVs yang berbahan bakar listrik akan memangkas biaya operasional perjalanan hingga 70 persen. Mungkin hal ini pulalah yang menyebabkan Uber melakukan pembelian 24.000 Volvo XC90 untuk penambahan armada mereka AVs mereka.

Aspek Keamanan Autonomous Vehicles

Tapi pengembangan AVs ini bukanlah tanpa kontroversi. Banyak kecelakaan yang berujung kematian yang diakibatkan oleh AVs. Pada bulan Maret 2018 yang lalu, Elain Herzberg, seorang warga negara Amerika meninggal setelah tertabrak oleh Uber yang sedang dalam mode autonomous di Tempe, Arizona, Amerika Serikat. Bahkan hari ini pun, 5 Mei 2018, AV yang dimiliki oleh Waymo, anak perusahaan Google, terlibat kecelakaan yang juga terjadi di Arizona. Hal ini menyebabkan banyak pihak memiliki pandangan skeptis terhadap AVs. Namun the U.S. National Highway Traffic Safety Administration menyatakan bahwa 94 persen dari penyebab kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh human error atau kesalahan manusia. Oleh karenanya banyak juga yang berpandangan bahwa AVs justru akan meningkatkan keamanan berkendara.

Di lain pihak, banyak pula yang berpandangan bahwa hal tersebut memang suatu proses dari revolusi teknologi. Layaknya pesawat, kapal laut dan kendaraan darat. Pada awal mula pengembangan mereka, angka kecelakaan pun tinggi. Seiring waktu, tingkat keselamatan pun meningkat. Hal yang sama juga berlaku pada AVs, sehingga tampaknya pandangan negatif terhadap AVs tidak akan menyurutkan pengembangan ke depannya. Para pelaku industri bahkan memprediksi bahwa 10 juta kendaraan AVs akan beredar di jalanan mulai tahun 2020; hanya dua tahun dari sekarang. Mungkin hal tersebut memang akan terjadi. Pada bulan Januari tahun ini, General Motors mengumumkan bahwa pada tahun 2019, pihaknya akan mulai memproduksi kendaraan yang tidak akan memiliki fitur-fitur tradisional seperti setir maupun pedal gas dan akan sepenuhnya mampu berjalan sendiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Mungkin ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk menyambut era AVs. Setidaknya kita bisa mulai dengan memperbaiki marka jalan di Jakarta.

Sumber: Kumparan.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More

Aino Indonesia Fokus Sajikan Platform Pembayaran Non-Tunai untuk Sektor Publik

Aino Indonesia (Aino) merupakan perusahaan di bidang teknologi yang fokus pada solusi pembayaran digital. Produk yang dihasilkan menjembatani kebutuhan transaksi non-tunai dari berbagai sumber dan media pembayaran. Selain itu pihaknya juga mengembangkan sistem integrasi alat pembayaran untuk berbagai segmen bisnis, mulai dari transportasi, pariwisata, hingga pemerintahan.

Menurut pemaparan Co-Founder & COO Aino Syafri Yuzal, pada awalnya Aino merupakan divisi riset dan pengembangan di software house Gamatechno. Fokusnya pada teknologi contactless smartcard, mobile RFID, mobile NFC, dan SMS gateway. Seiring perkembangan yang ada, divisi riset tersebut berubah menjadi profit centre bernama Smart Tech Division, dengan fokus produk pada sistem tiket elektronik yang diintegrasikan dengan platform pembayaran.

“Tanggal 30 April 2013, Smart Tech Division spin-off menjadi single entity sendiri dengan nama PT Aino Indonesia,” ujar Syafri.

Pendiri Aino ada empat orang, yakni Afrizal Hernandar (CEO Gamamulti), Aditya Nugraha (CEO Gamatechno), Hastono Bayu Trisnanto (CEO Aino Indonesia), dan Syafri Yuzal (COO Aino Indonesia). Mengenai struktur perusahaan Syafri juga menjelaskan, bahwa Aino berada di bawah naungan holding company PT Gamamulti Usaha Mandiri yang didirikan dan dimiliki Universitas Gadjah Mada. Gamatechno juga bagian dari portofolio Gamamulti.

“Sepanjang tahun 2018, Aino mencatatkan telah memproses 180 juta transaksi uang elektronik multi penerbit di 21 kota di seluruh Indonesia, dengan mengelola hampir 2000 payment devices,” lanjut Syafri.

Kebanyakan solusi yang sudah diterapkan di masyarakat adalah pembayaran non-tunai menggunakan uang elektronik. Seperti pembayaran tiket transportasi, pembayaran parkir, pembayaran tol, vending machine hingga tiket wahana wisata.

Investasi dari TIS

Pada bulan April 2019 lalu Aino baru menyelesaikan venture round dari perusahaan asal Jepang bernama TIS. Nilai pendanaan yang didapat mencapai $4 juta (setara dengan 57 miliar Rupiah). Pendanaan tersebut akan difokuskan untuk pengembangan produk dan ekspansi bisnis.

“Pada round investment tersebut, Aino membutuhkan mitra strategis yang dapat membantu untuk scalling-up kapabilitas teknis, organisasi, melakukan transfer teknologi, serta membawa potensi akses masuk ke pasar regional. Kepemilikan saham terbesar masih dimiliki UGM melalui Gamatechno, kepemilikan asing di bawah 25% sehingga manajemen, pengawasan, dan operasional tetap dalam kendali tim lokal,” terang Syafri.

Tahun 2019 fokus Aino adalah menguatkan sistem payment gateway dan meluncurkan produk baru bernama Aino Unified Payment. Produk baru tersebut memungkinkan satu arsitektur sistem produk yang dapat menerima pembayaran non-tunai dari berbagai sumber, terintegrasi dengan perangkat pembayaran dan solusi yang berbeda-beda, baik offline maupun online. Perusahaan juga akan mulai mengeksplorasi segmentasi baru, yakni ritel.

“Perkembangan fintech di Indonesia sangat pesar, karena pasarnya besar dan masih banyak yang belum terlayani solusi non-tunai. Pada awal tahun 2018, setelah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, teknis, keamanan, dan ISO, Aino mendapatkan lisensi payment gateway yang pertama untuk penerimaan transaksi uang elektronik multi penerbit untuk layanan transportasi,” tutup Syafri.

Sumber: dailysocial.id

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More