ITS Indonesia: Penerapan Teknologi Untuk Integrasi Transportasi Sudah Mendesak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penerapan teknologi untuk transportasi secara terintegrasi sudah saatnya diterapkan untuk menjawab tantangan transportasi di Indonesia.

Intelligent Transport System (ITS) Indonesia memaparkan bahwa akibat kemacetan yang terjadi di Indonesia sudah mengurangi pertumbuhan ekonomi.

Noni Purnomo President ITS Indonesia mengatakan, berdasarkan data BPTJ, saat ini kecepatan rata-rata kendaraan di waktu sibu kadalah 10 km/jam, mengalami penurunan setiap tahun sejak 10 tahun sebelumnya. Kerugian ekonomi yang tercatat sebagai dampak dari kemacetan di Jakarta adalah senilai 1 miliar dolar AS pada tahun 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,5 miliar dolar AS pada 2020 apabila kondisi ini tidak di perbaiki.

Sebagai contoh dapat dilihat di wilayah Jabodetabek. Dengan jumlah populasi sebesar 31 juta jiwa, tercatat pada tahun 2015 sejumlah 47,5 juta perjalanan yang melintas masuk dan keluar Jakarta setiapharinya. Angka tersebut meliputi 18,5 juta sepeda motor, 5,9 juta mobil pribadi serta 512 rib ubis. Dampak kemacetan yang ditimbulkan dapat secara langsung dirasakan oleh siapapun yang setiap hari melintas di jalanan kota Jakarta.

“Integrasi Transportasi Publik yang dimaksud meliputi integrasi infrastruktur (shelter&koridorrute), integrasi informasi (alternatifrute, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasitarif), integrasi tarif serta integrasi pembayaran. Saat ini dengan trend teknologi yang berkembang, sangat di mungkinkan untuk mencari informasi rute perjalanan, pilihan moda transportasi, estimasi waktu perjalanan, estimasi biaya, sekaligus melakukan transaksi pembayaran cukup dengan satu aplikasi di ponsel saja. Hal tersebut adalah salah satu conto hbagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur transportasi publik yang lebih baik,” kata Noni dalam keterangan persnya.

Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan trafik jalan raya secara lebih otomatis, terkait dengan adanya pelanggaran, kecelakaan, atau kemacetan, sehingga dapat dilakukan tindakan atau penanganan secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi dapat digunakan juga untuk melakukan analisis perilaku pengendara di jalan raya sehingga dapat dilakukan prediksi serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan pengembangan jalan raya oleh otoritas yang berwenang.

Teknologi untuk transportasi saat ini juga sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Serta masih banyak lagi trend teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman serta aman bagi pengguna.

“Adanya ITS Indonesia sebagai bagian darikomunitas ITS global dapat dimanfaatkan untukmenjalin kerjasama baik dengan pemerintah ataupun industri dari negara lain agar kita dapat bergerak lebih cepat dalam menangani problem transportasi di Indonesia”, pungkasnya.

Sumber :tribunnews.com




News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More