Political Will Tentukan Masa Depan Transportasi


SEKJEN Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyatakan penerapan jalan berbayar atau electronic ride pricing (ERP) dinilai sebagai kebijakan paling adil karena memberi pilihan bagi pengemudi.

“ERP ialah jawaban paling adil. Kalau pola three in one dan ganjil-genap itu kurang adil karena memaksa sehingga pengguna jalan tidak punya pilihan,” kata Sugihardjo dalam acara Intelligent Transport System (ITS) Role in Future Mobility, di Jakarta, seperti dikutip Antara kemarin.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov DKI agar segera merealisasikan jalan berbayar itu dan tak menundanya karena kepadatan kian bertambah.

Kemauan pengambil kebijakan amat menentukan masa depan transportasi yang berdampak pada perekonomian daerah. Dia mencontohkan proyek MRT yang sudah dilakukan studi pada 1987, tapi baru dimulai pada 2013. “Kemenhub berharap diselesaikan karena sudah sangat terlambat, artinya harus ada political will. Banyak pembangunan infrastruktur terkendala bukan karena aspek teknis, melainkan karena pembuatan keputusan,” katanya.

Sugihardjo menambahkan, selagi mempersiapkan sistem, pemerintah menyiapkan transportasi publik yang layak.

Salah satu Pendiri ITS Indonesia Bambang Susantono mengatakan banyak manfaat jika diterapkan sistem jalan berbayar, seperti peralihan ke angkutan umum, kemudian uang yang dibayarkan bisa diputar kembali untuk peningkatan fasilitas transportasi.

Pakar transportasi Elly Sinaga mengatakan seharusnya sistem jalan berbayar sudah diterapkan mulai 2019 lantaran jika tidak dilaksanakan, diperkirakan Jakarta macet total (grid lock) pada 2022.

Presiden ITS Indonesia Noni Purnomo berharap dukungan teknologi bisa membantu pemerintah untuk bergerak lebih cepat dalam menangani masalah transportasi. (E-3)

Sumber: mediaindonesia.com

News Post

Presiden ITS (Intelligent Transport System) lndonesia Noni Purnomo menyatakan, teknologi untuk transportasi saat ini sudah memungkinkan untuk membuat kendaraan lebih cerdas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi. Selain itu, masih banyak lagi tren teknologi transportasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ekosistem transportasi menjadi lebih mudah, nyaman, serta aman bagi pengguna. “Untuk mewujudkan hal itu semua,…

Read More

NERACA Jakarta –Keberadaan transportasi publik di Indonesia masih dimanfaatkan secara optimal, sehingga permasalahan klasik kemacetan sulit dipecahkan. Merespon hal tersebut, Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menyatakan, dalam berbagai forum transportasi global disebutkan beberapa solusi untuk permasalahan transportasi perkotaan. Di antaranya, pengembangan transportasi publik terintegrasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat secara lebih luas serta pemanfaatan…

Read More

ITS Japan received the courtesy visit by Dr. Bambang Susantono, the previous president of ITS Indonesia as well as the previous Vice Minister for Transportation of Republic of Indonesia and Ms. Noni S. A. Purnomo, the new President of ITS Indonesia on 14April 2017.The new president, Ms. Noni who is also working as the President…

Read More